Kematian Saksi Yang Menjadi Kunci Kasus E KTP

Kematian Saksi Yang Menjadi Kunci Kasus E KTP

Tempat Hits –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan kabar yang mengejutkan.  Agus Rahardjo yang merupakan komisi pimpinan mengatakan bahwa saksi kunci kasus E KTP “Johannes Marliem” telah meninggal dunia. Dia meninggal dunia di Los Angeles, Amerika Serikat. Kematian saksi yang menjadi kunci kasus E KTP menimbul kan kekhawatiran.

Baca juga : Berbagai Berita Terkini Yang Menjadi Trending Topik

KPK khawatir kasus ini tidak akan terungkap secara tuntas tanpa kehadiran Johannes Marliem. KPK menyebutkan bahwa kasus E KTP merupakan kasus yang paling susah yang pernah di tangani. Indonesian Corruption Watch “ICW” menyebutkan tewasnya saksi tersebut akan menghambbat kinerja KPK dalam membongkar perkara ini. Itu dikarenakan kasus ini banyak menyeret nama politisi besa di Indonesia.

 

Baca juga : Berbagai Macam Resep MasakanResep Minuman. dan Resep Kue

Peneliti ICW “Donal Fariz” curiga adanya upaya untuk melemahkan dan melawan KPK. Hal tersebut dikarenakan terjadinya penyerangan terhadap kasatgas kasus E KTP hingga kematian Johannes Marliem. Dalam surat dakwaan milik terdakwa Irman dan Sugiharto disebut pernah bertemu Diah Anggraini, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Husni Fahmi, dan Chaerumahn Harahap.

 

Baca juga : Tempat Kuliner Yang Enak Dan Murah Yang Pas Untuk Kantong Anda

Pertemuan tersebut terjadi pada Oktober 2010 di Hotel Sultan, Jakarta. Saat itu sekjen kemendragi Diah Anggraini memperkenalkan terdakwa Irman dan Sugiharto kepada Johannes Marliem. Johannes Marliem merupakan provider produk Automated Finger Print Identification Sistem (AFIS) merek L-1. Produk tersebut akan digunakan dalam proyek penerapan KTP berbasis NIK secara Nasional atau E KTP.

Baca juga : Tips Tentang  KesehatanKecantikanTravelingElectronicKendaraan, dan Hubungan Intim Yang Sehat

Untuk itulah kenapa Johannes Marliem menjadi kunci kasus E KTP. Johannes Marliem kemudian diarahkan oleh Irman untuk berhubungan dengan ketua tim teknis “Husni Fahmi”. Dia juga pernah bertemu Tim Fatmawati. Dalam surat dakwaan Johannes Marliem juga disebut memberikan uang sejumlah USD 200.000 kepada terdakwa Sugiharto Di Mall Grand Indonesia Jakarta. Uang tersebut digunakan oleh Sugiharto dengan membeli mobil Honda Jazz.

Berbagai Tempat Hits Yang Ada Di Benua AsiaAfrikaAmerika SelatanAmerika Utara,AntartikaAustrali, dan Eropa

Jaksa Penuntut Umum “JPU” KPK mengatakan uang yang diberikan Johannes Marliem adalah bagian dari keuntungan yang didapat dari proyek E KTP sejumlah USD 16.000.000 dan Rp. 32.000.000,-. Saat kasus E KTP bergulir, Johannes Marliem sudah berada di Amerika Serikat. Dia adalah direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat.

Dia memiliki bukti rekaman pertemuannya dengan ketua DPR RI “Setya Novanto”. Sementara Novanto sendiri telah membantah keterlibatan dalam korupsi E KTP. KPK akan menuntaskan kasus yang merugikan negara sekitar 2.3 triliun. KPK akan menunggu informasi dari kepolisan Amerika Serikat (AS) untuk mengungkapkan penyebab kematian saksi yang menjadi kunci kasus E KTP “Johannes Marliem”. Informasi berasal dari liputan6.com. 

Jangan lupa di share ya berbagi info ke yang lain. Jangan lupa juga di like ya halaman facebooknya. Terima kasih.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *