Tempat Wisata Utama Yang Ada Di Tunisia

Tempat Wisata Utama Yang Ada Di Tunisia

Tempat Hits – Tempat wisata utama yang ada Di Tunisia, Tunisia merupakan salah satu surga wisata dunia yang terletak di wilayah Laut Mediterania atau Laut Tengah. Meski hanya menjadi negara terkecil di kawasan Maghribi, Tunisia tercatat sebagai salah satu wilayah pertemuan berbagai peradaban dunia. Mulai dari Phoenisia, Yunani Kuno, Bizantium, Romawi, hingga Arab Islam. Banyak situs bersejarah yang masih terawat. Berbagai peninggalan sejarah tersebut saat ini menjadi cagar budaya yang telah masuk daftar situs UNESCO World Heritage. Ibu kota Negara Tunisia adalah Tunis.

Berbagai Tempat Hits Yang Ada Di Benua AsiaAfrikaAmerika SelatanAmerika Utara,AntartikaAustrali, dan Eropa

Oke selanjutnya kita akan membahas tempat wisata utama yang ada di Tunisia, pastinya semuanya pada penasaran ni dan lebih pastinya lagi pasti kamu tidak pernah dengar negara Tunisia.

1. The Roman Amphitheater El Jem

The Roman Amphitheater of El Jem merupakan bukti sejarah luar biasa atas keberadaan Kaisar Romawi terkait monumen yang dibangun untuk setiap acara pertunjukan di Afrika Utara. Bangunan tua ini terletak di sebuah dataran di tengah Tunisia dan dibangun seluruhnya dari blok batu dengan mengadopsi model Coliseum Roma. Ukurannya untuk sumbu besar ± 148M dan sumbu kecil ± 122M dengan kapasitas ± 35.000 penonton.

Fasadnya terdiri atas 3 tingkat arcadedari Corinthian atau gaya komposit. Di dalamnya terdapat monumen yang telah dilestarikan. Sebagian besar infrastruktur pendukungnya dibuat duduk berjenjang. Dinding dari podium, arena dan bagian bawah tanah praktis sebagian ada yang masih utuh. Sebagian lagi mengalami kerusakan karena waktu. Pembangunan arsitektur ini sekitar ± 238 Masehi. The Amphitheatre of El Jem juga menjadi saksi kemakmuran kota kecil Thysdrus (sekarang El Jem) pada saat kekaisaran Romawi.

2. Dougga

Situs arkeologi Thugga atau Dougga adalah peninggalan budaya sejarah pada masa Romawi, Helenistik, Punic, dan Numidian. Koleksi prasastinya sekitar ± 2.000 buah. Dougga diperkirakan dibangun pada abad ke-5 sebelum Masehi. Julius Caesar menjadikan Dougga sebagai kota Romawi.

Penduduknya tidak pernah melebihi 5.000 meski terjadi perkembangan ekonomi pedesaan di daerah tersebut. Dougga diberikan hak politik seiring dengan kembalinya kekuasaan Bizantium. Di situs arkeologi Dougga terdapat peninggalan luar biasa, terdiri atas gedung-gedung publik, kuil, tempat-tempat suci, forum, pemandian umum, teater, sirkus, pasar, waduk umum, air mancur, dan sebagainya. Salah satu monumen yang paling penting di Dougga adalah makam Lybico-Punisia di bagian selatan dari kota—dibangun kembali pada 1908-1910. Ini adalah satu-satunya monumen utama arsitektur Punisia yang masih bertahan di Tunisia.

Baca juga : Tips Tentang  KesehatanKecantikanTravelingElectronicKendaraan, dan Hubungan Intim Yang Sehat

3. Carthage

Carthage merupakan salah satu situs bersejarah yang paling terkenal dari Kekaisaran Romawi. Keberadaan The Roman Julia Carthago menggambarkan keindahan dan kekayaan Roma, dan memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan arsitektur struktural dan karakteristik punic dan perencanaan kota Romawi. Situs ini diambil dari nama Kota Carthage, terletak 10 km dari Tunis modern.

Carthage didirikan pada abad ke-9 oleh pedagang Fenisia dari Tirus. Pada zaman itu masyarakat mengembangkan keterampilan tinggi dalam pembangunan kapal dan menggunakannya untuk mendominasi lautan selama berabad-abad.

Barang dagangan yang paling penting adalah perak, timah, gading, emas, tempat tidur, tembikar murah sederhana, perhiasan, barang pecah belah, hewan liar dari Afrika, buah, dan kacang-kacangan. Situs tersebut saat ini tersebar di antara jalan-jalan perumahan mewah kota modern. Secara keseluruhan, komponen yang berbeda dari situs yang terletak di atas lahan seluas ± 2 km x 2,5 km sehingga eksplorasi berbagai titik kepentingan melibatkan banyak aktivitas berjalan atau penggunaan transportasi.

4. The Medina of Hammamet

Kota Hammamet memiliki pantai dan resor hotel terbaik di Laut Mediterania. Hampir setiap hari kota ini tak pernah mati. Selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun internasional.

Di sepanjang jalan terdapat pertokoan, kafe, restoran, maupun aktivitas yang berhubungan dengan pariwisata maupun pernak-pernik di kawasan tersebut, seperti karpet, ornamen kuningan, perhiasan, tembikar, dan barang-barang kulit. Hingga kini, kota tersebut masih terjaga dengan sejarah kuno abad ke-15. Kota ini memiliki keindahan pantai yang membentang dan kemeriahan kota selalu hidup sepanjang hari.

Baca juga : Tempat Kuliner Yang Enak Dan Murah Yang Pas Untuk Kantong Anda

5. Sidi Bou Said

Sidi Bou Said merupakan nama seorang ulama sufi yang diabadikan menjadi kawasan permukiman muslim taat pada zaman Andalusia. Lokasinya terletak di pinggir pantai, tak jauh dari situs arkeologi Carthage. Bangunan rumahnya identik dengan warna putih dan hijau.

Dua warna itu diberlakukan oleh Baron Rodolphed yang dijuluki Erlanger. Awalnya kawasan ini dibangun untuk melindungi bangsawan Tunisia pada Abad ke-9. Pada Abad ke-17, dibangun masjid di dataran tinggi tersebut. Pertengahan Abad ke-20, sebagian besar bangunan tersebut berubah menjadi kafe dan toko pernak-pernik.

6. Uqbah bin Nafi’

Masjid Agung Kairouan menjadi bagian terpenting dalam peninggalan sejarah di Tunisia. Bangunan tersebut merupakan tempat ibadah tertua umat Islam di Afrika Utara dan dianggap sebagai situs paling suci keempat dalam Islam (setelah Mekkah, Madinah, dan Yerusalem).

Masjid yang diberi nama Uqba bin Nafi’ pertama kali dibangun di Kairouan pada 670 Masehi, tak lama setelah kedatangan muslim Arab ke Afrika Utara pada masa khalifah Bani Umayah. Masjid itu dibangun oleh pendiri Kairouan, Sidi Oqba (kemudian dikenal dengan Uqba bin Nafi’) dan arsiteknya bernama Abu Ibrahim Ahmed.

Baca juga : Berbagai Macam Resep MasakanResep Minuman. dan Resep Kue

Selama berabad-abad, Masjid Agung Kairouan menjadi tujuan ziarah bagi warga Afrika Utara yang tidak mampu melakukan perjalanan panjang ke Mekkah. Masjid tersebut memiliki panjang ± 125 meter dan lebar ± 75 meter dengan sekitar ± 400 pilar penyangga. Di atas mihrab, terdapat marmer yang dikirim dari Arab pada masa Khalifah Harun Al Rasyid. Setiap masuk masjid tua tersebut, pengunjung wajib menggunakan busana sopan. Bagi wanita, harus menggunakan jilbab.

7. Museum of Bardo

Museum Bardo merupakan museum tertua. Lebih dari satu abad yang lalu, museum itu didirikan berdekatan dengan Istana Beylical. Selanjutnya pada pertengahan Abad ke-19, bangunan tersebut diperluas dengan tetap mempertahankan semua fitur dari tempat tinggal pangeran.

Ribuan benda yang menggambarkan berbagai tahap sejarah Tunisia mulai zaman prasejarah sampai pertengahan abad terakhir dipamerkan. Secara bertahap, mulai prasejarah, periode Punic-Libyic, Romawi dan periode Kristen awal, dengan Vandal dan era Bizantium, dan akhirnya, periode Islam berjalan sampai zaman sekarang. Dengan kekayaan koleksi mosaik, Museum Bardo telah memperoleh reputasi penghargaan internasional sebagai koleksi yang paling kaya, paling bervariasi, dan koleksi paling halus.

Baca juga : Berbagai Berita Terkini Yang Menjadi Trending Topik

 

Demikian tempat wisata utama yang bisa kamu kunjungi jika kamu berada di Negara Tunisia. Jangan lupa di share ya, jangan pelit bagi info ke yang lain. Jangan lupa juga di like ya halaman facebooknya. Terima kasih.

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *